Meulaboh, Independen News – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memastikan penanganan akses jalan penghubung antara Desa Jambak dan Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, yang terputus akibat banjir bandang pada November 2025 lalu, akan rampung sebelum memasuki bulan suci Ramadan 1447 H.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat, Dr. Kurdi, mengatakan, percepatan perbaikan ruas jalan tersebut terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, di antaranya Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, TNI AD melalui Kodim 0105/Aceh Barat, PUPR Aceh Barat, dan masyarakat setempat.
“Alhamdulillah, dari lima titik penanganan dengan total panjang 1,6 kilometer, tinggal satu titik lagi dengan panjang sekitar 300 meter yang sedang dikebut. Kita targetkan sebelum bulan puasa sudah tuntas dan bisa dilalui kendaraan,” ujar Kurdi, Minggu (25/1/2026).
Menurutnya, percepatan penanganan ini turut melibatkan sejumlah alat berat dari berbagai pihak. BWS Sumatera I menurunkan dua unit alat berat, masyarakat dua unit, Kodim 0105/Abar dua unit (buldozer dan dump truck), serta PUPR Aceh Barat juga mengerahkan dua unit alat berat tambahan.
“Dengan adanya kolaborasi dan dukungan lintas sektor ini, proses penanganan bisa lebih cepat. Saat ini empat dari lima titik sudah selesai dan bisa dilalui kendaraan,” jelasnya.
Kurdi menambahkan, jika kondisi cuaca bersahabat, penyelesaian satu titik terakhir dapat segera dituntaskan. Ia juga merinci bahwa panjang ruas jalan Jambak–Sikundo yang dikerjakan mencapai 1,6 kilometer, terdiri dari lima titik penanganan:
- Titik pertama sepanjang 500 meter,
- Titik kedua 240 meter,
- Titik ketiga 400 meter,
- Titik keempat 400 meter,
- dan titik kelima sekitar 300 meter.
“Kita berharap, dengan tuntasnya penanganan jalan ini, akses menuju Desa Sikundo kembali terbuka, dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal seperti sediakala,” pungkas Kurdi yang juga menjabat sebagai Plt Sekda Aceh Barat.








