Pulihkan Semangat Anak-Anak Woyla Barat, Mahasiswa STIK PTIK Gelar Trauma Healing Pascabencana

Aceh Barat, Independen News – Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan 83 melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak di wilayah Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (19/2/2026). Kegiatan ini difokuskan untuk membantu proses pemulihan psikologis anak-anak yang terdampak bencana melalui pendekatan edukatif dan rekreatif.

Trauma healing dilaksanakan dengan berbagai aktivitas interaktif seperti permainan kelompok, sesi motivasi, serta kegiatan yang mendorong anak-anak untuk kembali ceria dan percaya diri.

Suasana hangat dan penuh keceriaan terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, menunjukkan antusiasme anak-anak dalam mengikuti setiap rangkaian acara.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa STIK PTIK berupaya menghadirkan ruang aman bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri serta mengurangi dampak psikologis akibat peristiwa yang mereka alami. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan moril dan energi positif bagi anak-anak serta keluarga mereka.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., mengapresiasi kegiatan trauma healing yang digelar mahasiswa STIK PTIK Angkatan 83.

Menurutnya, pengabdian generasi muda Polri tersebut menjadi bukti nyata kepedulian terhadap pemulihan masyarakat pascabencana. “Inisiatif mahasiswa STIK PTIK dalam membantu anak-anak kita di Woyla Barat sangat berarti. Pemulihan psikologis menjadi fondasi penting agar generasi penerus tetap tangguh dan berdaya menghadapi tantangan,” ujar Kapolres.

AKBP Yhogi Hadisetiawan menegaskan, Polres Aceh Barat terus mendorong sinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan rehabilitasi sosial berjalan optimal. Dukungan terhadap pemulihan mental masyarakat terdampak menjadi prioritas dalam upaya holistik di wilayah hukumnya.

Kegiatan trauma healing ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa STIK PTIK Angkatan 83 dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat secara menyeluruh, tidak hanya melalui bantuan fisik, tetapi juga melalui pemulihan mental dan sosial masyarakat terdampak bencana di Aceh Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *