BERITAHUKRIM

Polres Kupang Ungkap Sindikat Pencuri Daging Sapi

Setiap kejahatan dirancang tidak sempurna dan pasti tinggalkan jejak.

Kapolres Kupang, AKBP Aldinan RJH Manurung, SH, SIK, M.Si didampingi Kasat Reskrim IPTU Simson S.L Amalo, SH (Kiri) dan Kanit Pidum saat memberi keterangan pers, Senin 27/01/2020 di Mako Polres Kupang.

Oelamasi, Independen-news.com – Setiap kejahatan dirancang tidak sempurna dan pasti tinggalkan jejak.

Polres Kupang, dalam waktu singkat berhasil ungkap kasus pencurian daging sapi yang meresahkan masyarakat di Kabupaten Kupang, khususnya di Kecamatan Kupang Tengah dan Kecamatan Takari.

Demikian diungkap Kapolres Kupang, AKBP Aldinan RJH Manurung, SH, SIK, M.Si didampingi Kasat Reskrim IPTU Simson S.L Amalo, SH, Kanit Pidum dan PAUR Humas saat memberi keterangan pers, Senin (27/02/2020) di Mako Polres Kupang.

Kasus pencurian daging sapi selama ini sangat meresahkan pemilik sapi. Kasus ini belum terungkap bertahun-tahun. Namun, dalam tempo 1 bulan berhasil diungkap oleh Satgas Curnak.

Tujuh orang tersangka berhasil diamankan Polres Kupang. Tujuh orang tersangka yang diamankan itu berperan sebagai penunjuk jalan, perantara, penjual/eksekutor dan penadah.

Menurut Kapolres Kupang, tujuh orang tersangka yang sudah diamankan yakni BL, DM dan MT yang diamankan di Keamatan Takari. Sementara HH, JS, AS dan SA diamankan di Kupang Tengah.

Tujuh orang tersangka itu katanya, diamankan Satgas Curnak di dua TKP berbeda, yakni di Kecamatan Takari pada bulan Nopember 2019 dan di Kecamatan Kupang Tengah pada bulan Januari 2020.

Sindikat pencuri daging sapi setelah melakukana ksinya, kemudian menjual ke penadah seharga Rp. 2.000.000 per dua kantong kresek besar. Penadah lalu menjual lagi daging sapi hasil curian seharga Rp. 80.000 per kilogram.

Modus yang dilakukan sindikat ini ujar Kapolres Kupang, ada tersangka yang dikirim untuk mengintai, lalu dilaporkan ke eksekutor. Dengan dibantu beberapa kawannya, eksekutor jalankan aksinya dengan cepat saat malam hari. Dalam waktu 1 jam saja, 1 ekor sapi dapat disembelih.

“saya ucapkan terima kasih pada anggota yang berhasil ungkap sindikat ini, sindikat ini sudah 5 tahun belum berhasil diungkap,”Ungkap Kapolres Kupang.

Atas perbuatannya, tujuh orang tersangka dijerat Pasal 363, ayat (1), (2) dan (3), Pasal 55 dan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Bagi residivis di tambahkan dua per tiga dari hukuman.

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tetap waspada walaupun tersangka sudah diamankan. Masyarakat jangan berprasangka bahwa pelaku sudah terkangkap jadi kejahatan tidak akan terjadi..

Kapolres Kupang memghimbau agar masyarakat jangan segan-segan lapor ke polisi bila ada kejadian pencurian, sehingga cepat diungkap.

Selain tersangka, juga di amankan Barang Bukti yaitu pisau, HP, parang, tali, sandal, kulit sapi dan lainnya. (Sully).

BACA JUGA :   ARAKSI Desak Kejati NTT Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi di Malaka

KOMENTAR ANDA

komentar

Tags
Baca Selengkapnya
Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close

Adblock Detected

MOHON KAS NONAKTIF ITU ADBLOCKER HAA...HARGAI ORANG PUNG KARINGAT DO. TERIMA KASIH :)