Aceh Barat, Independen News – Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan 83 membangun fasilitas sumur bor bagi masyarakat di wilayah Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat sebagai upaya membantu pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak bencana. Pembangunan sumur bor tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Dianmas) yang dilaksanakan di wilayah hukum Polres Aceh Barat.
Sumur bor yang telah selesai dibangun kemudian diresmikan langsung oleh Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K. pada hari Kamis, (19/02/2026).
Peresmian tersebut menjadi simbol dimulainya pemanfaatan fasilitas air bersih oleh masyarakat sekitar, sekaligus bentuk dukungan Polri terhadap percepatan pemulihan kondisi warga pascabencana.
Kehadiran sumur bor diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan, serta menunjang aktivitas warga.
Mahasiswa STIK PTIK bersama jajaran Polres Aceh Barat turut memastikan bahwa fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat setempat.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa STIK PTIK Angkatan 83 dalam mendukung masyarakat yang sedang dalam proses pemulihan.
Selain menghadirkan bantuan fisik berupa sarana air bersih, kegiatan tersebut juga memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam membangun ketahanan sosial di tengah situasi pascabencana.
Melalui pembangunan dan peresmian sumur bor tersebut, diharapkan masyarakat Woyla Barat dapat merasakan manfaat jangka panjang, serta semakin mempererat hubungan kebersamaan antara Polri, mahasiswa STIK, dan masyarakat dalam semangat pengabdian dan kemanusiaan.
Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan dedikasi mahasiswa STIK PTIK Angkatan 83 yang telah menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan dasar masyarakat.
Ia menegaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan vital yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kualitas hidup warga, terlebih dalam situasi pascabencana.
Menurutnya, pembangunan sumur bor tersebut bukan hanya sekadar proyek fisik, tetapi juga bentuk empati dan kepedulian institusi Polri melalui lembaga pendidikan terhadap masyarakat.
“Kami berharap fasilitas ini dapat dirawat dan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat jangka panjang. Ini adalah wujud nyata Polri hadir untuk membantu dan menguatkan masyarakat,” ujar Kapolres.
Kapolres juga menambahkan bahwa sinergi antara mahasiswa STIK, jajaran Polres, dan masyarakat menjadi contoh kolaborasi yang positif dalam membangun kembali harapan serta ketahanan sosial di tengah tantangan pascabencana.










