BERITADAERAH

Kunker di Ambal, Komisi III Temukan Ada Pekerjaan Fisik Mangkrak

Komisi III DPRD temukan pekerjaan fisik sudah ditinggal pergi kontraktornya alias mangkrak.

Mesak Mbura, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kupang.

Oelamasi, independen-news.com – Komisi III DPRD Kabupaten Kupang dalam kunjungan kerja ke Kecamatan Amfoang Barat Laut dan Kecamatan Amfoang Barat Daya, temukan pekerjaan fisik sudah ditinggal pergi kontraktornya alias mangkrak.

Selain pekerjaan fisik mangkrak, Komisi III juga temukan pekerjaan fisik dengan nilai 2 milliar lebih tidak memberi asas manfaat bagi masyarakat.

Mesak Mbura, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kupang, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas PUPR, pekan kemarin membeberkan sejumlah temuan Komisi III.

Dalam vidio singkat yang diterima media ini Rabu (29/01/2020), Anggota Komisi III itu menyampaikan hasil temuanya di Amfoang kepada Kepala Dinas PUPR.

Di Desa Oelfatu, Komisi III temukan jalan sepanjang satu kilometer tidak dikerjakan oleh kontraktor pelaksana, walau semua material sudah ada dilokasi.

Jalan Lapisan Penetrasi (Lapen) sepanjang satu kilometer yang ditinggal pergi alias mangkrak itu dikerjakan menggunakan dana APBD tahun 2017, namun tidak diketahui persis besaran nilai pekerjaan.

Komisi III juga menemukan instalasi pipa untuk air minum bagi masyarakat Amfoang Barat Laut yang sudah rusak sepanjang 700 meter.

Kunker Komisi III DPRD Kabupaten Kupang di Amfoang.

Masyarakat Amfoang katanya, tercatat hanya menikmati air bersih satu bulan saja, setelah itu hingga kini tidak lagi bisa dimanfaatkan. Padahal, Dana sekitar dua milliar lebih dikucurkan untuk pekerjaan fisik itu pada tahun 2016/2017.

Selain dua temuan itu, kondisi jalan yang rusak apalagi pada musim hujan seperti saat ini menjadi keluhan utama masyarakat beberapa Kecamatan di Amfoang.

Kondisi jalan rusak parah, kondisi jembatan termanu saat ini kian memprihatinkan. Bahaya mengancam masyarakat yang melintas diatas jembatan termanu, sebab jembatan termanu bisa saja tiba-tiba roboh.

Oleh karena itu, dirinya memberi saran kepada Dinas PUPR yaitu :

Pertama : untukmengantisipasi kalau jembatan termanu roboh dan akses dari maupun ke Amfoang putus total. Komisi III menyarankan pemerintah daerah perlu menyiapkan jalan alternatif dari Leloboko ke Amfoang selatan dan bisa membuka akses dan melancarkan jalur arus barang dan jasa.

Kedua : untu melancarkan transportasi dari Fatuleu Barat ke Amfoang Barat Laut maka dari Dinas PUPR perlu menyiapkan alat berat pada titik kritis, baik di sungai maupun daerah lumpur sehingga menyiapkan atau memperbaiki jalan yang susah dilewati dan juga membantu menarik kendaraan yang terjebak. (Sully)

BACA JUGA :   Pekerjaan GOR Belum Selesai, Komisi IV DPRD Kabupaten Kupang Beri Perhatian Serius

KOMENTAR ANDA

komentar

Tags
Baca Selengkapnya
Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close

Adblock Detected

MOHON KAS NONAKTIF ITU ADBLOCKER HAA...HARGAI ORANG PUNG KARINGAT DO. TERIMA KASIH :)