Meulaboh , Independen News – Akses vital masyarakat di wilayah pedesaan kembali terganggu setelah jembatan gantung penghubung Desa Jambak dan Canggai, kecamatan Pante Ceureumen, kabupaten Aceh Barat mengalami kerusakan parah akibat banjir hidrometeorologi yang terjadi beberapa waktu lalu.
Jembatan tersebut selama ini menjadi jalur utama aktivitas warga, baik untuk keperluan ekonomi, pendidikan, maupun mobilitas sehari-hari. Kerusakan yang terjadi membuat warga harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak cepat dengan mengusulkan penanganan berupa rekonstruksi jembatan tersebut ke pemerintah pusat.
Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadli Octora, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan pembangunan kembali jembatan gantung Jambak–Canggai melalui skema pendanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (R3P) Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
“Kerusakan jembatan ini disebabkan oleh banjir hidrometeorologi yang lalu. Saat ini, penanganannya sudah kita usulkan ke BNPB pusat melalui dana Rehab Rekon R3P, bersama dengan sejumlah jembatan rusak lainnya di Aceh Barat,” ujarnya.
Ia menambahkan, usulan tersebut diharapkan dapat segera disetujui agar proses rekonstruksi bisa dilakukan secepatnya, mengingat pentingnya jembatan tersebut bagi masyarakat setempat.
“Kami berharap dukungan dari pemerintah pusat agar pembangunan kembali jembatan ini dapat segera direalisasikan, sehingga akses masyarakat kembali normal dan aktivitas ekonomi bisa berjalan lancar,” tambahnya.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi jembatan yang rusak, sembari menunggu tindak lanjut dari proses pengajuan rekonstruksi.
Dengan adanya upaya ini, diharapkan konektivitas antar desa di wilayah Aceh Barat dapat segera pulih dan mendukung kembali roda kehidupan masyarakat.







