Meulaboh, Independen News – Bupati Aceh Barat, Tarmizi, S.P., M.M., kembali menegaskan komitmennya untuk membuka keterisolasian Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, yang hingga kini masih sulit diakses akibat rusaknya jalan pascabanjir bandang serta seringnya luapan sungai saat hujan deras melanda kawasan itu.
“Sudah satu bulan lebih kami menerobos jalan menuju Sikundo, karena mereka masih terisolir di sana,” ujar Bupati Tarmizi, Rabu (14/1/26).

Ia menjelaskan, terdapat beberapa titik kritis di jalur menuju desa tersebut yang harus mendapatkan perhatian serius.
“Ada beberapa titik yang harus dialihkan aliran sungai dan ditimbun jalan yang putus di pinggir tebing. Saat hujan deras, air sungai meluap dan tanggul pun jebol lagi. Jadi kami harus menunggu air surut untuk melanjutkan pekerjaan,” kata Tarmizi.

Bupati berharap, pekerjaan perbaikan akses jalan itu dapat rampung sebelum bulan Ramadan, sehingga masyarakat dapat dengan mudah menjangkau pusat pemerintahan di ibu kota kecamatan tanpa harus menempuh perjalanan ekstrem.
“Saat ini warga yang ingin ke ibu kota kecamatan harus berjalan kaki dua jam lebih, mendaki gunung dan melewati tebing sungai yang sangat berbahaya. Kami berupaya keras agar ini segera selesai,” tambahnya.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, Bupati Tarmizi didampingi Danrem 012/TU Brigjen TNI Windarto dan Dandim Aceh Barat untuk meninjau langsung beberapa titik jalan yang sedang dan akan dikerjakan.
“Saat kami berada di lokasi, tiba-tiba melihat seorang ibu melintasi tebing sungai yang licin dan terjal sambil membawa anaknya yang sakit. Anak kecilnya diare dan kakaknya gatal-gatal. Situasi seperti ini sungguh menyayat hati,” ungkapnya.
Bupati pun berharap, upaya yang dilakukan pemerintah daerah bersama TNI dan masyarakat dapat segera membuahkan hasil. “Semoga Allah mudahkan dan pekerjaan ini cepat selesai. Aamiin,” tutupnya.








