MEULABOH, Independen News – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan para pengusaha, pimpinan perusahaan, perbankan, serta penyandang disabilitas di Pendopo Bupati Aceh Barat, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan berbagai elemen masyarakat dan dunia usaha.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM didampingi Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, SH menyerahkan santunan kepada 12 orang penyandang disabilitas sebagai bentuk kepedulian dan dukungan pemerintah terhadap kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.
Acara diawali dengan tausiah Ramadhan yang disampaikan oleh Drs. Adami, MA. Dalam ceramahnya, ia menyampaikan bahwa salah satu cara menghilangkan sifat cengeng dalam diri seseorang adalah dengan memperkuat ibadah, khususnya shalat berjamaah.

Ia menjelaskan, seseorang yang mampu menjaga shalat berjamaah, terutama shalat Subuh di masjid, akan memiliki mental yang lebih kuat dan tidak mudah mengeluh dalam menghadapi kehidupan.
Adami juga mengutip pemikiran ulama besar Buya Hamka yang mengatakan bahwa jika ingin melihat orang Islam, lihatlah saat pelaksanaan shalat Idul Fitri dan Idul Adha.
Namun jika ingin melihat orang yang benar-benar beriman, lihatlah siapa saja yang hadir di masjid saat shalat Subuh berjamaah.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menumbuhkan keyakinan bahwa dalam setiap harta yang dimiliki terdapat hak orang lain, baik melalui zakat maupun sedekah.
Dalam tafsir dijelaskan bahwa ada dua kelompok yang berhak menerima, yaitu mereka yang berani meminta karena kekurangan ekonomi, serta mereka yang kekurangan namun memilih menahan diri dan tidak meminta-minta.
Menurutnya, para pengusaha patut bersyukur karena diberi kemampuan ekonomi sehingga memiliki kesempatan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Usai berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dan arahan dari Bupati Aceh Barat, Tarmizi. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa stabilitas dan kondusivitas daerah hanya dapat terjaga jika kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Menurutnya, tantangan pembangunan daerah saat ini sangat besar sehingga membutuhkan persatuan dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan pengusaha.
“Momentum bulan suci Ramadhan ini kita manfaatkan untuk memperkuat persatuan. Dengan bersatu, semua energi dan pemikiran dapat disatukan untuk memajukan Aceh Barat ke depan,” ujar Tarmizi.
Ia juga mengajak para pengusaha untuk ikut berperan aktif membantu masyarakat melalui gagasan pembentukan Forum Tokoh Peduli Aceh Barat, sebuah forum yang beranggotakan tokoh masyarakat, pengusaha, dan berbagai elemen daerah.
Melalui forum tersebut, setiap anggota diharapkan dapat menyisihkan sebagian rezekinya secara sukarela setiap bulan, dengan nominal yang bervariasi.

Jika terkumpul minimal 100 juta rupiah setiap bulan, dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat kurang mampu, seperti merehabilitasi rumah warga miskin atau membantu korban kebakaran.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun daerah. Dukungan dan kepedulian para pengusaha sangat diperlukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan investasi di Aceh Barat agar dunia usaha dapat berkembang dengan baik.
Pemerintah daerah, lanjutnya, juga tengah memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menjadi penghubung antara perusahaan dengan masyarakat.
Melalui mekanisme tersebut, berbagai peluang pekerjaan dapat didistribusikan kepada Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) dan masyarakat setempat sehingga manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas.

Tarmizi juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menandatangani Peraturan Bupati yang mewajibkan setiap perusahaan di Aceh Barat mempekerjakan minimal satu persen tenaga kerja dari kalangan penyandang disabilitas, sesuai dengan kemampuan mereka.
“Disabilitas bukanlah hambatan. Dengan pelatihan dari dinas terkait, mereka dapat bekerja sesuai kemampuan yang dimiliki,” katanya.
Di akhir sambutannya, Bupati kembali mengajak seluruh perusahaan dan tokoh masyarakat untuk memperkuat kolaborasi demi meningkatkan pendapatan asli daerah serta mempercepat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Aceh Barat.
Ia berharap kebersamaan yang terjalin melalui kegiatan buka puasa tersebut dapat menjadi langkah awal memperkuat kepedulian sosial dan membangun Aceh Barat yang lebih maju.







