BERITAINDEPENDEN-NEWS

Bendungan Desa Tanah Putih Tak Beri Manfaat Bagi Petani

Bendungan di Dusun III Desa Tanah Putih, Kupang Timur yang dibangun Dinas PUPR Kabupaten Kupang tahun 2016 tidak memberi manfaat bagi petani.

Petani Desa Tanah Putih secara swadaya memperbaiki bendungan.

Oelamasi, independen-news.com – Bendungan di Dusun III Desa Tanah Putih, Kupang Timur yang dibangun Dinas PUPR Kabupaten Kupang tahun 2016 tidak memberi manfaat bagi petani.

Bukan hanya tidak memberi manfaat karena air yang tertampung tidak mengalir ke saluran irigasi, juga beberapa bagian telah jebol.

Padahal, Bendungan yang dibangun tahun 2016 silam untuk untuk meninggikan muka air dengan ambang tetap sehingga air sungai dapat disadap dan dialirkan secara gravitasi ke jaringan irigasi.

Hengky Oematan, salah satu petani di Desa Tanah Putih, Sabtu (22/02/2020) di lokasi bendungan mengatakan, bangunan utama bendung yang berfungsi untuk
membendung laju aliran sungai dan menaikkan tinggi muka air ternyata lebih rendah dari saluran irigasi.

Akibatnya, air yang tertampung tidak dapat mengalir ke lahan sawah di Desa Tanah Putih dari saluran irigasi.

Untuk itu, dirinya bersama petani bergotong – royong menimbun tumpukan karung berisi tanah diatas bangunan utama bendungan. Hal ini terpaksa dilakukan untuk meninggikan permukaan air hingga dapat menjangkau saluran irigasi.

Bukan hanya itu, petani pun swadaya untuk membeli semen untuk membetulkan beberapa bagian bendung yang sudah rusak karena konstruksi yang tidak kuat.

Ia menuturkan, bendung ini menjadi satu – satunya harapan petani di Desa Tanah Putih disaat minimnya curah hujan seperti saat ini. Air yang dialirkan melalui irigasi dapat mencukupi lahan pekarangan seluas 60 hektar dalam Desa Tanah Putih.

Sementara itu, Agustinus Maboy, SH Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kupang di lokasi bendungan mendukung apa yang dilakukan para petani Desa Tanah Putih.

Ia mengatakan, dengan kondisi curah hujan yang minim seperti saat ini, seberapa besar debit air yang tertampung dibendungan ini bisa dimanfaatkan oleh petani untuk menanam beberapa komoditi pertanian umur pendek dan juga tidak butuh banyak air.

“bendungan ini selalu diperbaiki masyarakat, rusak di perbaiki, rusak lagi diperbaiki lagi,”Ujar Politisi Partai Golkar Kabupaten Kupang.

Secara kasat mata katanya, fisik bendungan ini sangat tidak rasional, bagaimana saluran irigasi lebih tinggi dari tubuh bendungan bahkan saluran irigasi pun lebih tinggi dari permukaan air.

Dengan kondisi demikian, sangat tidak rasional walau dengan kacamata awam sekalipun, bagaimana mungkin air dapat mengalir sementara saluran irigasinya lebih tinggi dari permukaan tubuh bendungan.

Dirinya berharap, Dinas PUPR dapat melihat kondisi bendungan yang tidaknada asas manfaat bagi petani. Ia juga berharap agar Dinas PUPR dapat melihat kesulitan yang dialami masyarakat.

Air dari bendungan ini, selain dapat mengairi 60 hektar lahan dalam Desa Tanah Putih, juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Kampung Baru Desa Oebelo.

Kondisi masyarakat seperti saat ini karena curah hujan yang minim mesti dapat dilihat oleh Pemerintah agar Pemerintah dapat menjawab kebutuhan masyarakat di Kabupaten Kupang. (Sully).

BACA JUGA :   Terkait DBD, ini Hasil RDP Komisi IV DPRD Kabupaten Kupang

KOMENTAR ANDA

komentar

Tags
Baca Selengkapnya
Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close

Adblock Detected

MOHON KAS NONAKTIF ITU ADBLOCKER HAA...HARGAI ORANG PUNG KARINGAT DO. TERIMA KASIH :)