BERITADAERAH

Ancaman Rawan Pangan didepan mata, Masihkah Pemkab Kupang Diam?

Petani berharap Pemerintah Kabupaten Kupang segera mungkin mengambil langkah strategis, salah satunya dengan menetapkan status darurat pangan.

Kondisi lokasi sawah Kiutasi Kelurahan Merdeka.

Oelamasi, independen-news.com – Ancaman rawan pangan bagi masyarakat di Kabupaten Kupang kini ada didepan mata. Pemerintah sepertinya tidak bergeming, hingga kini belum ada upaya antisipatif.

Beberapa petani Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang – NTT menyesalkan sikap Pemerintah yang hingga saat ini masih terkesan diam.

Paulus Falukas, bersama kelompok petani di lokasi persawan Kiutasi Kelurahan Merdeka, Kamis (13/02/2020) mengatakan, petani dipastikan tidak dapat mengelola lahan sawah akibat curah hujan sangat minim.

124 hektar lahan dilokasi sawah Kiutasi atau total 600 hektar sawah di Kelurahan Merdeka pasti tidak ditanam. Alasan utama karena curah hujan yang sangat minim.

Ancaman rawan pangan bahkan kelaparan mengancam masyarakat di Kabupaten Kupang, maka Pemerintah mestinya telah mengambil langkah – langkah antisipatif mengurai persoalan nyata didepan mata ini.

Menurutnya, lokasi sawah Kiutasi baru pernah sekali ini mengalami gagal tanam di tahun ini. Semua petani putus asa dan pasrah pada kenyataan tidak dapat mengolah lahan sawah miliknya.

“gagal tanam pasti, rawan pangan bahkan kelaparan juga sudah hampir pasti,”Ujar Paulus Falukas yang turut diaminkan petani lainnya.

Petani berharap Pemerintah Kabupaten Kupang segera mungkin mengambil langkah strategis, salah satunya dengan menetapkan status darurat pangan. Pemerintah jangan menunggu laporan dari petani baru mengambil sikap, sebab kondisi saat ini dipastikan petani mengalami gagal tanam.

Para petani juga mengusulkan kepada Pemerintah agar menyiapkan stok sembako di koperasi dengan harga murah sehingga masyarakat bisa beli jika butuh, harga pasar pun harus dikontrol oleh Pemerintah.

Pemerintah jangan gunakan cara-cara bantuan pangan atau sejenisnya, sebab bisa terjadi tumpang tindih. “Pemeeintah siap saja sembako di koperasi, jadi kalau kami butuh bisa langsung beli,”Ungkapnya.

Ia menuturkan, kondisi curah hujan seperti saat ini pernah terjadi di Kabupaten Kupang pada tahun 1966 silam. Saat itu, masyarakat mengalami kelaparan akibat gagal tanam, hewan ternak mati karena kekeringan.

Demikian pula di tahun 1975, petani mengalami gagal panen, kondisi rawan pangan terjadi dimana – mana, angka kasus kriminal pun meningkat disebabkan karena kelaparan. (Sully).

BACA JUGA :   Jalan Poros Ekam - Baun di Bangun Tahun ini

KOMENTAR ANDA

komentar

Tags
Baca Selengkapnya
Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close

Adblock Detected

MOHON KAS NONAKTIF ITU ADBLOCKER HAA...HARGAI ORANG PUNG KARINGAT DO. TERIMA KASIH :)