Meulaboh, Independen News – Semangat meningkatkan budaya literasi di kalangan pelajar terus tumbuh di Kabupaten Aceh Barat. Hal itu terlihat dari penyerahan buku karya siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Aceh Barat kepada Bunda Literasi Aceh Barat, Afrinda Novalia, S.E., M.M., dan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Aceh Barat, Dr. Ir. Kurdi, S.T., M.T., M.H., IPM., ASEAN-Eng.
Penyerahan buku tersebut berlangsung di halaman MAN 1 Aceh Barat, Selasa (20/10/2026), setelah kegiatan ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di lingkungan madrasah tersebut.
Karya para siswa itu menjadi bukti bahwa kreativitas dan gagasan generasi muda dapat dituangkan dalam bentuk tulisan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kehadiran buku-buku tersebut juga menjadi dorongan bagi pengembangan budaya membaca dan menulis di lingkungan pendidikan Aceh Barat.
Bunda Literasi Aceh Barat, Afrinda Novalia, menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar MAN 1 Aceh Barat, khususnya para siswa dan tim literasi sekolah yang telah berupaya menghasilkan serta menerbitkan karya dalam bentuk buku.
Menurut Afrinda, penerbitan buku karya siswa merupakan langkah positif dalam mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemampuan literasi generasi muda. Ia mengaku bersyukur karena semakin banyak karya pelajar yang berhasil diterbitkan, meskipun pengembangan kegiatan literasi selama ini masih menghadapi keterbatasan biaya.
“Alhamdulillah, ternyata sudah banyak karangan adik-adik dari MAN 1 Aceh Barat yang diterbitkan dalam bentuk buku. Terima kasih kepada pihak sekolah, ketua literasi, dan seluruh tim yang telah mendukung perkembangan literasi di Aceh Barat,” ujarnya.
Ia berharap keberhasilan MAN 1 Aceh Barat dalam menerbitkan buku karya siswa dapat menjadi inspirasi bagi sekolah dan madrasah lainnya untuk melakukan hal serupa. Dengan demikian, semakin banyak karya pelajar yang dapat dibaca, dipelajari, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Afrinda juga mengingatkan para pelajar agar membiasakan diri membaca buku, bukan hanya mengandalkan informasi yang diperoleh melalui telepon genggam.
Menurutnya, literasi tidak sekadar kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, mengolah pengetahuan, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak harus rajin membaca. Literasi bukan hanya membaca, tetapi bagaimana kita mampu memahami dan mengaplikasikan apa yang dibaca dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Aceh Barat, Faisal, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa pengembangan literasi di lingkungan madrasah merupakan bagian penting dalam mendorong kreativitas dan kemampuan akademik siswa. Melalui kegiatan menulis dan penerbitan buku, para siswa diharapkan mampu mengembangkan gagasan, menuangkan pemikiran secara tertulis, serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Penyerahan buku kepada Bunda Literasi dan Sekdakab Aceh Barat tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap karya siswa sekaligus motivasi bagi warga madrasah untuk terus mengembangkan budaya membaca dan menulis.
Melalui kegiatan ini, MAN 1 Aceh Barat diharapkan terus melahirkan karya-karya kreatif dari kalangan pelajar. Dukungan pemerintah daerah, pihak madrasah, dan pegiat literasi menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi muda yang gemar membaca, terampil menulis, serta mampu melahirkan gagasan yang bermanfaat.
Penyerahan buku tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan juga menjadi simbol bahwa karya dan pemikiran pelajar layak mendapat ruang, apresiasi, dan dukungan untuk terus berkembang.
Agar pernyataan Faisal lebih akurat, silakan kirimkan isi sambutan atau rekaman pernyataannya. Saya akan memasukkan kutipan langsung sesuai keterangannya.







