Meulaboh, Independen News – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat menggelar Apel Siaga Antisipasi Dampak Peningkatan Intensitas Curah Hujan di lapangan bola kaki Teuku Umar, Kecamatan Johan Pahlawan, pada Kamis (8/10/2026).
Apel siaga tersebut didampingi langsung oleh Danrem 012 Teuku Umar Kolonel Infanteri Windarto dan dihadiri Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM, Wakil Bupati Said Fadheil SH, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekda, instansi vertikal serta seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK).
Tarmizi mengatakan, apel siaga bencana tersebut merupakan upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat untuk memitigasi atau mengurangi dampak dan resiko yang ditimbulkan akibat bencana alam.
“Kita belajar dari pengalaman tahun yang lalu, prediksi BMKG sesuai dan juga prediksi BMKG pada tahun ini sampai awal tahun 2027 intensitas hujan akan tinggi, dan berdasarkan pengumuman yang dirilis baru – baru ini wilayah barat selatan Aceh paling tinggi curah hujannya,” kata Tarmizi.
Bahkan kata Tarmizi, baru – baru ini sejumlah wilayah di barat selatan Aceh salah satunya di Kota Subulussalam sudah mengalami banjir, jembatan putus dan sejumlah infrastruktur seperti sekolah mengalami kerusakan.
“Oleh karena itu kita ingin ada langkah mitigasi supaya meminimalisir dampak dari musibah terutama agar tidak ada korban jiwa. Dalam hal ini ada kolaborasi semua stakeholder yang nantinya kita atas nama kabupaten sudah siap dan mensosialisasikan kepada masyarakat agar siaga dan waspada terhadap bencana,” katanya.
Karena kata Tarmizi, musibah atau bencana alam tidak bisa dicegah namun semua pihak harus siap untuk menghadapinya agar dampak ataupun resiko yang ditimbulkan dapat diperkecil atau diminimalisir sekecil mungkin.
“Sebelumnya Pemkab Aceh Barat sudah melakukan apel siaga di 12 kecamatan yang melibatkan dari unsur Forkopimda, Muspika, tokoh masyarakat, keuchik, ketua pemuda dan Satlinmas, semuanya sudah selesai dan hari ini apel siaga akbar se kabupaten,” ujar Tarmizi.
Pada apel siaga akbar ini semua unsur tersebut baik itu dari unsur TNI, Polri, universitas, perusahaan serta semua stakeholder elemen yang ada di Kabupaten Aceh Barat, sehingga kita semuanya bersiaga jika suatu saat terjadi bencana alam.
“Kita juga akan segera memanggil distributor makanan, pertamina dan pemilik SPBU sehingga nanti tidak ada penimbunan ataupun permainan harga barang termasuk Gas dan lain – lain makanya kita antisipasi dari awal,” ujarnya.
Sementara itu, Danrem 012 Teuku Umar, Kolonel Infanteri Windarto mengatakan bahwa, pihaknya mendukung penuh Pemerintah Daerah (Pemda) yang telah melakukan upaya mitigasi bencana.
“Kalau dari segi personel sendiri, kami dari pihak Korem di wilayah Aceh Barat kita paling tidak bisa menyiagakan sebanyak 500 orang personil itu dari pihak TNI, mungkin dari pihak Polres juga akan sama, dan tentunya kita akan bahu membahu melaksanakan sosialisasi pada masyarakat,” kata Windarto.
Kalau dari peralatan kata Windarto, pihaknya memiliki berbagai perlengkapan baik itu berupa kendaraan untuk membantu dan mensuport seluruh pihak ketika nantinya terjadi bencana alam yang tidak diinginkan.
“Seluruh satuan yang ada di bawah Korem 012 Teuku Umar seperti Batalyon, Kodim, Detasemen Zeni Bangunan (Densibang), Detasemen Polisi Militer (Denpom), Pembekalan Angkutan (Bekang) dan kesehatan semuanya siap,” katanya.






