Jakarta, Independen News – Koordinator Pusat BEM Kristiani Seluruh Indonesia, Charles, menyampaikan sikap tegas menolak rencana aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026.
Charles menegaskan, penyampaian aspirasi merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Namun, setiap gerakan masyarakat harus tetap mengedepankan kepentingan bangsa, menjaga persatuan, serta tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu yang berpotensi memperkeruh situasi nasional.
Menurutnya, momentum bulan kemerdekaan seharusnya menjadi ruang bersama bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan, gotong royong dan kepedulian terhadap sesama, bukan menjadi momentum yang justru memperlebar polarisasi di tengah masyarakat.
“Kami menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat. Namun, kami menolak apabila aksi-aksi tersebut justru sarat dengan kepentingan politik tertentu yang berpotensi memecah belah masyarakat. Bulan kemerdekaan seharusnya menjadi momentum untuk mempererat persatuan, bukan mempertajam perbedaan,” ujar Charles.
Dorong Gerakan yang Konstruktif
Charles mengatakan, BEM Kristiani Seluruh Indonesia lebih memilih mendorong gerakan mahasiswa dan masyarakat yang konstruktif, solutif serta memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Menurutnya, berbagai tantangan bangsa saat ini membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Persoalan seperti pembangunan ekonomi yang berkeadilan, penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM dan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus menjadi perhatian bersama.
Ia menilai pembangunan nasional juga harus terus diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Kami berharap masyarakat Indonesia dapat bergotong royong, bahu-membahu bersama pemerintah untuk menciptakan ekonomi yang berkeadilan. Kritik tentu diperlukan dalam demokrasi, tetapi kritik harus menjadi energi untuk memperbaiki keadaan, bukan menjadi alat untuk memperkeruh suasana dan memperbesar konflik di tengah masyarakat,” lanjutnya.
Ajak Mahasiswa Jaga Kondusivitas
BEM Kristiani Seluruh Indonesia juga mengajak seluruh elemen mahasiswa, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat dan masyarakat luas untuk bersama-sama menjaga kondusivitas nasional.
Charles menegaskan, perbedaan pandangan politik maupun kebijakan merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menghilangkan semangat persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.
Menurutnya, ruang demokrasi harus tetap dijaga dengan mengedepankan dialog, sikap saling menghormati dan penyampaian aspirasi secara bertanggung jawab.
BEM Kristiani Seluruh Indonesia menegaskan bahwa demokrasi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab kebangsaan. Setiap penyampaian aspirasi diharapkan dilakukan secara damai, konstitusional dan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat luas.
Kemerdekaan Momentum Perkuat Persatuan
Charles mengingatkan bahwa Indonesia dibangun melalui semangat kebersamaan dan gotong royong. Karena itu, momentum kemerdekaan dinilai tepat untuk memperkuat persatuan dan mendorong kerja bersama dalam menghadirkan kesejahteraan masyarakat.
“Indonesia dibangun bukan dengan saling menjatuhkan, tetapi dengan kerja bersama. Mari kita jadikan momentum kemerdekaan ini sebagai kesempatan untuk memperkuat persatuan, menjaga kedamaian, dan bersama-sama mendorong pemerintah menghadirkan kesejahteraan serta ekonomi yang benar-benar berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutup Charles.
BEM Kristiani Seluruh Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus mengambil bagian dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus mendorong gerakan mahasiswa yang berintegritas, nasionalis, konstruktif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Di tengah dinamika politik dan sosial nasional, organisasi tersebut mengajak seluruh elemen bangsa untuk menempatkan kepentingan masyarakat dan persatuan Indonesia di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan politik tertentu.






