Jakarta, Independen News – Forum Komunikasi Badan Eksekutif Mahasiswa/Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam (Forkom BEM/DEMA PTAI) Se-Indonesia menyatakan sikap menolak gerakan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Jakarta apabila dinilai berpotensi memperkeruh situasi, mengganggu ketertiban umum, serta tidak mengedepankan dialog dan prinsip konstitusional.
Koordinator Pusat Presidium Nasional Forkom BEM/DEMA PTAI Se-Indonesia, Fathammubina, menegaskan bahwa setiap gerakan mahasiswa maupun kelompok masyarakat harus tetap menjunjung tinggi nilai intelektualitas, moralitas, kebangsaan dan tanggung jawab sosial.
“Kami menghormati hak setiap kelompok untuk menyampaikan aspirasi. Namun, kami menolak segala bentuk gerakan yang berpotensi menciptakan keresahan, memperuncing konflik, atau mengorbankan kepentingan masyarakat. Mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi, bukan memperbesar persoalan,” tegas Fathammubina.
Menurutnya, ruang demokrasi merupakan bagian penting yang harus dijaga bersama. Kritik dan penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat, namun pelaksanaannya harus dilakukan secara tertib, damai, bertanggung jawab dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Mahasiswa Diminta Tidak Mudah Terprovokasi
Forkom BEM/DEMA PTAI Se-Indonesia juga mengajak seluruh elemen mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai narasi yang berpotensi memecah persatuan.
Perbedaan pandangan, kata Fathammubina, merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menghilangkan semangat persaudaraan dan persatuan bangsa.
“Kami mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk menjaga Jakarta tetap kondusif. Kritik boleh tajam, tetapi harus tetap beradab. Aspirasi boleh disampaikan, tetapi jangan sampai mengorbankan kepentingan rakyat dan ketertiban umum,” ujarnya.
Ia menilai penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai dan konstitusional justru dapat memperkuat kualitas demokrasi. Sebaliknya, gerakan yang mengarah pada keresahan dan konflik dinilai dapat mengaburkan substansi tuntutan yang ingin disampaikan kepada pemerintah.
Pilih Dialog dan Gerakan Intelektual
Forkom BEM/DEMA PTAI Se-Indonesia menegaskan tidak ingin mengambil posisi yang hanya berorientasi pada penolakan terhadap sebuah gerakan.
Organisasi tersebut memilih mendorong penyelesaian persoalan melalui kajian, dialog, advokasi dan gerakan intelektual yang konstruktif.
Menurut Fathammubina, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam kehidupan bangsa. Karena itu, setiap gerakan mahasiswa harus mampu memberikan pendidikan politik kepada masyarakat sekaligus menghadirkan solusi terhadap persoalan yang sedang dihadapi.
Forkom BEM/DEMA PTAI Se-Indonesia juga menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kehidupan demokrasi Indonesia dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat luas.
“Kami ingin memastikan gerakan mahasiswa tetap menjadi kekuatan moral dan intelektual yang membawa perubahan positif bagi bangsa,” katanya.
Forkom BEM/DEMA PTAI Se-Indonesia menutup pernyataannya dengan menyerukan pentingnya menjaga stabilitas dan persatuan di tengah dinamika demokrasi.
“Menjaga Stabilitas, Merawat Demokrasi, Menguatkan Persatuan.”






