MEULABOH, Independen News – Sebuah Video yang beredar luas di grup WhatsApp menghebohkan masyarakat. Dalam video tersebut, seorang pria bernama Muhammad Alan mengaku istrinya, yang merupakan pegawai paruh waktu di salah satu puskesmas di wilayah Pantai Bidari, Kabupaten Aceh Timur, mengalami dugaan gangguan dari oknum pejabat daerah.
Dalam pernyataannya, Muhammad Alan menyebut telah mengantongi sejumlah bukti terkait dugaan tersebut. Ia mengaku menemukan indikasi kuat saat melakukan penggerebekan di dalam mobil di kawasan Simpang Ulim.
Selain itu, ia juga mengklaim memiliki bukti lain, termasuk rekaman komunikasi berupa video call yang disebut terjadi pada malam hari.
“Sebagian alat bukti sudah kami serahkan ke pihak kepolisian dan lainnya akan kami buka secara publik,” demikian isi pernyataan yang beredar.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk memfitnah pihak mana pun. Menurutnya, langkah yang diambil semata-mata untuk mencari keadilan atas apa yang dialaminya bersama keluarga, termasuk anak-anaknya yang masih kecil.
Pesan tersebut turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi berlebihan, sembari menunggu perkembangan lebih lanjut terkait bukti yang disebut-sebut akan dipublikasikan.
Menanggapi beredarnya pesan dan video viral di grup WhatsApp terkait dugaan yang menyeret nama oknum pejabat daerah, Bupati Aceh Timur dijadwalkan akan menggelar konferensi pers pada 30 April 2026.
Langkah ini diambil sebagai bentuk respons atas isu yang berkembang di tengah masyarakat, sekaligus memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan informasi yang beredar luas di media sosial.
Sementara itu, pihak kepolisian juga belum memberikan keterangan terkait kebenaran laporan yang diklaim telah disampaikan.
Masyarakat diimbau untuk bijak menyikapi informasi yang beredar di media sosial dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang guna menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.







