Aceh Selatan, Independen News – Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan menerima kunjungan silaturahmi dari Baitul Mal Kabupaten Nagan Raya dalam rangka memperkuat sinergi, kolaborasi, dan peningkatan kualitas pengelolaan zakat antar daerah.
Kunjungan tersebut dihadiri oleh perwakilan Baitul Mal Kabupaten Nagan Raya, yakni Tgk. M. Saleh, MA (Anggota BMK), Ahmad Husaini (Anggota BMK), Firdaus, MKM (Kepala Sekretariat BMK), serta Enda Liyanda, SP (Plt. Kasubbag Umum).
Rombongan disambut langsung oleh jajaran Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, di antaranya Tgk. Sairul Bahri, S.Pd.I selaku Ketua dan Anggota Dewan Pengawas, Drs. Tio Achriyat, Tgk. Misbar Basri, SH selaku Ketua Badan, Kepala Sekretariat Gusmawi Mustafa, Kasubbag Umum Sri Kurniati, SE, serta Kasubbag Pemberdayaan Asmara Bakti, ST, M.Pd.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan.
Silaturahmi ini menjadi wadah strategis untuk saling berbagi pengalaman, bertukar gagasan, serta memperkuat komitmen dalam mengelola zakat secara amanah, transparan, dan profesional.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dilaksanakan sesi podcast spesial “Podcast Kito – Sahabat Zakat” dengan tema:
“Sahabat Zakat: Bersama Menguatkan Umat”
Hadir sebagai narasumber, Tgk. M. Saleh, S.Hi, MA selaku Anggota Badan Baitul Mal Nagan Raya, didampingi oleh Tgk. Misbar Basri, SH selaku Ketua Badan Baitul Mal Aceh Selatan.
Sementara itu, sesi dipandu oleh host Saidi Hasan, S.Hi, seorang jurnalis sekaligus pengurus MPD Pemuda ICMI Aceh Selatan.
Dalam pengantarnya, host menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang lebih luas dari sekadar kunjungan formal.
“Hari ini kita tidak hanya berbicara tentang zakat, tetapi juga tentang silaturahmi, kolaborasi, dan semangat saling belajar antar Baitul Mal. Inilah kekuatan yang akan membawa pengelolaan zakat menjadi lebih baik dan berdampak,” ujar Saidi Hasan.
Dalam sesi diskusi, narasumber menegaskan pentingnya silaturahmi sebagai fondasi penguatan kelembagaan.
“Silaturahmi antar Baitul Mal bukan sekadar kunjungan formal, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah kelembagaan. Dari sini lahir rasa saling percaya dan semangat untuk terus berbenah,” ungkap Tgk. M. Saleh.
Ia juga menambahkan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk saling belajar dan berbagi praktik terbaik.
“Dengan keterbukaan, kita bisa saling mengambil pelajaran, mempercepat perbaikan, dan meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di daerah masing-masing,” tambahnya.
Sementara itu, Tgk. Misbar Basri menekankan pentingnya transparansi dalam membangun kepercayaan publik.
“Transparansi adalah kunci utama. Ketika masyarakat mengetahui bagaimana zakat dikelola secara terbuka, maka kepercayaan akan tumbuh, dan partisipasi akan meningkat,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya inovasi dalam pengelolaan zakat, termasuk pengembangan program pemberdayaan.
“Zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi harus diarahkan pada program produktif agar mustahik bisa mandiri, bahkan menjadi muzakki di masa depan,” ujarnya.
Diskusi juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar lembaga zakat dalam menghadapi tantangan ke depan.
“Tantangan terbesar saat ini adalah membangun kepercayaan dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Solusinya adalah kolaborasi, inovasi, dan konsistensi dalam keterbukaan,” terang Tgk. M. Saleh.
Host juga menegaskan bahwa sinergi antar Baitul Mal akan menjadi kekuatan besar bagi umat.
“Ketika Baitul Mal saling terhubung dan saling menguatkan, maka zakat akan menjadi instrumen yang luar biasa dalam membangun kesejahteraan masyarakat,” kata Saidi Hasan.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan diskusi lengkap dan inspiratif ini, episode khusus Podcast Kito – Sahabat Zakat akan segera tayang di Channel YouTube: Podcast Kito (Sahabat Zakat).
Episode ini akan menyajikan wawasan mendalam tentang kolaborasi, transparansi, dan inovasi pengelolaan zakat yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.





