Meulaboh, Independen News – Gelaran Competition of Science, Religion, and Art (Comsrat) ke-8 Actualization MAN 1 Aceh Barat tahun 2026 resmi ditutup dengan sukses pada Minggu (25/1/2026). Penutupan acara berlangsung khidmat dan penuh apresiasi, menandai berakhirnya kompetisi bergengsi antar pelajar tingkat MTs dan SMP se-Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Jaya.
Kegiatan yang telah berlangsung selama empat hari ini diikuti oleh 918 peserta dari 36 sekolah dan madrasah, memperlihatkan antusiasme luar biasa dari generasi muda Aceh dalam bidang akademik, seni, dan keagamaan.
Ketua OSIM: “Kebersamaan Adalah Kemenangan Terbesar”

Dalam sambutannya, Ketua OSIM MAN 1 Aceh Barat, Teuku Zul Mahzan, menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, guru pendamping, dan pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Semua usaha dan kebersamaan yang terjalin selama persiapan hingga pelaksanaan menjadi pengalaman berharga bagi kami. Kami menyadari masih banyak kekurangan, dan melalui kesempatan ini kami memohon maaf kepada semua pihak atas segala keterbatasan yang ada,” ujarnya.
Zul Mahzan juga menyebutkan bahwa Comsrat bukan hanya ajang perlombaan, tetapi wadah pembentukan karakter, kreativitas, dan semangat kebersamaan antar pelajar.
Kepala Madrasah: “Kegiatan Ini Luar Biasa dan Mendidik”

Sementara itu, Kepala MAN 1 Aceh Barat, Faisal, S.Pd.I., M.Pd, menyampaikan apresiasi atas kerja keras panitia dan partisipasi luar biasa dari peserta. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu ajang seleksi masuk MAN 1 Aceh Barat melalui jalur prestasi.
“Dari total 918 peserta, sekitar 200 di antaranya mendapat golden ticket untuk jalur prestasi. Ini luar biasa, mengingat keterbatasan daya tampung madrasah. Namun kami tetap berkomitmen memberikan kesempatan terbaik bagi siswa-siswi berpotensi,” jelas Faisal.
Ia menambahkan, kegiatan ini dikelola sepenuhnya oleh OSIM dengan dukungan dana mandiri dari pendaftaran peserta sebesar Rp43 juta, sementara total kebutuhan kegiatan mencapai hampir Rp90 juta.
Ketua Komite: “Ajang Ini Jadi Latihan Kewirausahaan Bagi Siswa”

Ketua Komite MAN 1 Aceh Barat, Drs. Hasan Basri, turut memberikan apresiasi atas kesuksesan pelaksanaan Comsrat ke-8. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan akademik, tetapi juga menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan siswa.
“Selama empat hari pelaksanaan, perputaran ekonomi di lingkungan madrasah sangat tinggi. Siswa berjualan, berkreasi, dan berinteraksi dengan masyarakat. Ini bukti bahwa Comsrat juga menjadi wadah pembelajaran nyata dalam berwirausaha,” ungkapnya.
Kemenag Aceh Barat: “MAN 1 Aceh Barat Harus Terus Lahirkan Sang Juara”

Acara penutupan juga dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi PAI) Kemenag Aceh Barat, H. Suhadi, S.Ag., M.Si, yang sekaligus memberikan arahan dan menutup secara resmi kegiatan tersebut.
“Comsrat ke-8 ini tidak boleh berhenti begitu saja. Ajang ini menjadi langkah penting untuk melahirkan generasi berprestasi, tangguh, dan berakhlak islami. Kemenag akan terus mendukung upaya MAN 1 Aceh Barat membangun madrasah yang unggul dan bermartabat,” tegasnya.
Suhadi juga mengingatkan pentingnya sinergi antara kepala madrasah, guru, komite, dan orang tua agar MAN 1 Aceh Barat terus menjadi kebanggaan Aceh Barat dan mencetak prestasi di tingkat nasional.
Dengan mengucap Alhamdulillahirobbil’alamin, kegiatan Comsrat ke-8 Actualization MAN 1 Aceh Barat 2026 resmi ditutup.
Semangat, prestasi, dan kebersamaan yang terjalin selama empat hari penuh akan menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi Aceh yang unggul, islami, dan berdaya saing.








